Penghujung September 2014,
Bang,
Adik ingat waktu praktikum Biologi zaman kita sekolah dulu, Adik pernah disuruh guru menanam biji kacang hijau.
Sebelum disemai, bijinya Adik rendam biar nampak bibit mana yang bagus
untuk ditanam, yaitu biji yang tenggelam. Yang mengapung Adik berikan
kepada ayam.
Lalu Adik siapkan kapas lembab dalam mangkuk. Disemailah biji kacang hijau
itu di atasnya. Baru sehari Bang, sudah keluar akar mungil. Besoknya,
ia bertunas. Kecil, tapi tampak kokoh mencuat ke atas. Akarnya juga
makin kuat menempeli kapas.
Seminggu berselang, tunasnya makin
panjang. Putih bersih menjulang melampaui tinggi mangkuk. Ada pucuk daun
muda di ujungnya. Abang tahu kan, itu namanya taoge.
Namun,
waktu itu Adik lupa memanennya. Alhasil, taoge itu menua. Batangnya
menghijau, daunnya melebar dan banyak. Dibuat sayur pun pasti sudah
tidak enak. Maka semua Adik buang.
Bang,
Adik tulis surat ini
karena cinta Adik pada Abang. Bukan bermaksud menggurui, karena
nyatanya Adiklah yang banyak belajar dari Abang.
Tapi, boleh kan, Bang, Adik yang bodoh ini mengingatkan orang terkasihnya?
Bagi Adik, cinta itu bukan sekadar alasan bersatunya sepasang insan.
Cinta adalah alasan terindah menggiring teman hidup menuju kebaikan.
Maka, izinkanlah Adik kali ini menggenggam jemari Abang agar kita melangkah bersama ke arah cahaya terang.
Abang sayang, pautan hati Adik ...
Dari sekian banyak pemuda, Adik menjatuhkan hati pada Abang. Ibarat biji kacang hijau yang direndam, Abanglah satu-satunya yang tenggelam.
Cinta Adik bertambah-tambah, karena Abang kian hari kian gagah. Biji kacang hijau
pilihan Adik, sudah berkecambah. Tumbuh cepat dengan susah payah.
Sungguh hati Adik bangga, punya kekasih yang bekerja ikhlas sepenuh jiwa
raga.
Bang,
Adik tak mau kesalahan yang dulu terulang. Akibat kealpaan sendiri, Adik gagal memanen taoge.
Maka, dalam senyap Adik tak putus memantau dan berdoa buat Abang. Agar
Abang tetap menjadi taoge yang batangnya putih dan berpucuk sepasang
daun muda. Karena saat itulah ia punya banyak manfaat. Dan dengan rendah
hati merelakan dirinya dicabut sebelum batangnya mengeras.
Abang sayaaang,
Abang jangan marah ya, Adik samakan dengan taoge. Biarpun Adik tak suka
dengan sayur yang satu itu, tapi Adik selalu cinta sama Abang ....
Peluk cium,
Adik abang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar